MegaPresident2009

Just another Today.com weblog

&
 

Oct 11 2007

Published by barisanmega09 at 8:34 am under Uncategorized Edit This

Pemerintahan Rakyat yang akan dipimpin  oleh President Megawati pada tahun 2009 akan  meletakkan prioritas program kerjanya pada strategi penciptaan lapangan kerja. Alasannya, karena selama
lima tahun oleh pemerintahan SBY/JK, masalah penciptaan lapangan kerja terbengkalai, Harga harga naik melesat dan mencekik Rakyat kecil, Buruh tidak berhasil disejahterakan
Pemerintahan Rakyat  ingin bergerak cepat pada strategi penciptaan lapangan kerja. Sungguh-sungguh, Ibu Megawati risau tiga tahun terbengkalai, sehingga banyak rakyat Indonesia tidak melihat pekerjaan yang layak selama 
lima tahunb masa pemerintah SBY/JK,”
 

 

Presiden Megawati tegas memihak ekonomi rakyat, dan tidak menyetujui kemanjaan dan keserakahan para pengusaha besar yang selama 38 tahun telah menikmati kemudahan-kemudahan dari pemerintah. Satu-satunya alasan Presiden akan  secara terbuka menyatakan memihak pada ekonomi rakyat adalah dengan memberdayakan Rakyat secara revolusioner dalam membangun ekonomi kerakyatamn yaitu dengan memberi prioritas utama bagi Petani, Nelayan , dan pengusaha kecil sektor informal dengan membebaskan segala pajak dan hambatanm dalam mengurus perijinan .  

10 .PROGRAM PERCEPATAN PEMULIHAN EKONOMI Pemeritahan Rakyat yang akan dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri Tahun 2009 

1. Menetapkan Stabilitas Sektor Finansial2. Memacu Peningkatan Ekspor3. Meningkatkan Produktifitas dan Kesejahteraan Petani4. Mengutamakan Pemulihan Ekonomi Berlandaskan Investasi (Equity-Based Recovery) ketimbang PemulihanEkonomi berlandaskan Pinjaman (Loan-Based Recovery)5. Privatisasi Bernilai Tambah (Value-Creation Privatization)6. Melaksanakan Desentralisasi Ekonomi7. Memanfaatkan Kekayaan Sumber Daya Alam8. Memacu Pengembangan Usaha Skala Mikro, Kecil dan Menengah9. Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Pedesaan Untuk Memperkuat Stabilitas Sosial Politik10. Percepatan Restrukturisasi Perbankan dan Dunia Usaha



Page 2

1 : Menetapkan Stabilitas Sektor Finansial

P R O G R A M

1. Memperkuat sektor finansial untuk memperkokoh pundamental perekonomian. Perbaikan dalam indikator sektor riil

harus diikuti oleh perbaikan indikator-indikator sektor finansial.

2. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter antara Tim Ekonomi dengan Bank
Indonesia.

3. Mengembalikan kepercayaan dan menciptakan ekspektasi positif dari investor dan publik terhadap pemulihan

ekonomi nasional.



Page 3

2 : Memacu Peningkatan Ekspor

P R O G R A M

1. Memanfaatkan kelebihan kapasitas di sektor industri manufaktur untuk mendorong ekspor.

2. Memanfaatkan kelebihan likuiditas di sektor perbankan untuk mendorong pemberian kredit, baik

kredit modal kerja maupun kredit investasi, kepada kegiatan-kegiatan yang berorientasi ekspor.

3. Mendorong terciptanya lingkungan bisnis yang kompetitif dan bebas hambatan (hazard free) untuk

memacu peningkatan ekspor.

4. Memanfaatkan momentum nilai tukar Rupiah yang kompetitif untuk memacu ekspor.

5. Moratorium eksport Log untuk mengefektifkan program pemberantasan “illegal logging”,

mengoptimalkan kapasitas industri dan meningkatkan nilai tambah.



Page 4

3 : Meningkatkan Produktifitas dan Kesejahteraan Petani

P R O G R A M

1. Melaksanakan program-program bibit unggul (seed policy) untuk mendorong produktivitas sektor pertanian dan

kehutanan dan meningkatkan pendapatan petani. Dengan bibit unggul, maka produktivitas dapat ditingkatkan pada

luas lahan yang sama.

2. Mendorong proses mekanisasi sektor pertanian
Indonesia, terutama untuk lahan-lahan di luar Pulau Jawa, sehingga

produktivitas pertanian meningkat.

3. Memilih komoditas pertanian dan kehutanan unggulan yang akan dikembangkan secara intensif sehingga kompetitif

di pasar domestik maupun internasional.

4. Mendorong industry processing untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk-produk pertanian dan

kehutanan, terutama pengolahan pasca panen.

5. Mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kehutanan.

6. Mendorong pemanfaatan lahan melalui diversifikasi komoditi pertanian dan kehutanan untuk meningkatakan

kesejahteraan petani

7. Memperbaiki posisi tawar petani dengan agribisnis dan silvo bisnis



Page 5

4 : Mengutamakan Pemulihan Ekonomi Berlandaskan Investasi (Equity-Based Recovery) ketimbang Pemulihan

Ekonomi berlandaskan Pinjaman (Loan-Based Recovery)

P R O G R A M

1. Meningkatkan dukungan dari lembaga-lembaga multilateral, seperti IMF, Bank Dunia, Asian Development Bank,

OECD, Islamic Development Bank, dll.

2. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi
Indonesia dan menciptakan jutaan lapangan kerja, Pemerintah akan mendorong

proyek-proyek infrastruktur, agri dan silvo bisnis dengan kriteria sebagai berikut :

2.1. Menciptakan banyak lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung

2.2. Mendorong pembangunan ekonomi wilayah

2.3. Menciptakan manfaat ekonomis sebesar-besarnya pada masyarakat di sekitar proyek infrastruktur.

2.4. Layak secara ekonomis dan finansial sehingga menarik bagi investor, dalam maupun luar negeri

3. Untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur, Pemerintah akan mengutamakan partisipasi infestor, dalam maupun luar

negeri, dengan memaksimalkan Leverage dari dana pinjaman multilateral atau G to G. Proyek-proyek infrastruktur pada

masa pemerintahan Gus Dur - Megawati diperkirakan akan jauh lebih murah karena berkurangnya KKN dibandingkan

dengan proyek infrastruktur pada masa Orde Baru.



Page 6

5 : Privatisasi Bernilai Tambah (Value-Creation Privatization)

P R O G R A M

1. Menghindari penjualan asset BUMN dan BPPN secara obral (fire-sales) dengan cara menciptakan nilai tambah sebelum

privatisasi melalui restrukturisasi bisnis maupun finansial.

2. Privatisasi bernilai tambah akan dilakukan terhadap sektor-sektor yang sangat diminati oleh invenstor asing, yaitu sektor

telekomunikasi, transportasi, perkebunan, hotel dan turisme, infrastruktur, serta minyak bumi dan gas.

3. Pemerintah akan mendorong kepemilikan saham mayoritas oleh asing di operator-operator sekunder melalui proses

tender yang terbuka, adil, dan transparan. Dengan adanya kepemilikan saham mayoritas oleh asing, operator-operator

sekunder tersebut akan mampu menarik pinjaman luar negeri berbunga murah sehingga dapat mendorong investasi

tambahan. Mayoritas kepemilikan saham operator utama akan tetap berada ditangan pemerintah.

4. Sejauh mungkin akan diupayakan agar Pemerintah tetap memiliki hak opsi untuk membeli kembali saham di BUMN-

BUMN yang menguntungkan (long-term buy-back share option)

5. Pemerintah akan mendorong kepemilikan sahan di BUMN-BUMN oleh masyarakat, koperasi dan pemerintah daerah

baik melalui pasar modal maupun dalam bentuk unik trust.



Page 7

6 : Melaksanakan Desentralisasi Ekonomi

P R O G R A M

1. Melaksanakan UU No. 22/1999 dan No. 25/1999, terutama yang berkaitan dengan desentralisasi

ekonomi. Desentralisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap sehingga keseimbangan makro dan

fiskal antara Pemerintah Pusat dan Daerah dapat tetap dipertahankan.

2. Mendorong implementasi desentralisasi ekonomi di tingkat daerah, antara lain yang berkaitan dengan

pembangunan infrastruktur dasar, pertanian dan kehutanan seperti rumah sakit, sekolah, dll.

3. Memacu pembangunan ekonomi regional melalui kerjasama perdagangan dan investasi antar wilayah

dan antar kawasan.



Page 8

7 : Memanfaatkan Kekayaan Sumber Daya Alam

P R O G R A M

1. Mendorong pemanfaatan kekayaan maritim, sumber daya hutan, pertanian dan pertambangan secara optimal dengan

tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) dan kelestarian lingkungan

2. Mendorong reformasi disektor maritim dan memberikan insentif yang menarik bagi partisipasi swasta, baik asing dan

domestik, untuk memaksimalkan pemasukan negara dari sektor maritim.

3. Pemanfaatan sektor maritim tersebut harus mengikutsertakan nelayan-nelayan tradisional melalui modernisasi peralatan

penangkapan ikan

4. Melaksanakan liberalisasi bertahap dalam sektor perminyakan, terutama disektor hilir (downstream industry). Dengan

strategi ini, efisiensi processing, distribusi, dan pemasaran sektor perminyakan akan meningkat, sekaligus meningkatkan

penerimaan Pemerintah .

5. Memberikan insentif disektor hulu (upstream industry) dari sektor minyak dan gas bumi untuk menarik invenstor dalam

rangka meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi

6. Melaksanakan kebijakan gas domestik untuk meningkatkan penggunaan gas alam didalam negeri yang akan menurunkan

ongkos energi sektor industi dan rumah tangga. Kebijakan ini akan mengurangi penggunaan minyak bumi didalam

negeri sehingga proporsi minyak bumi yang dieksport akan bertambah dan oleh sebab itu akan meningkatkan

pendapatan devisa Pemerintah.



Page 9

7. Mendorong pembangunan hutan tanaman unggulan guna merubah keunggulan komperatif menjadi keunggulan

kompetitif.

8. Mengembangkan peningkatan potensi wisata alam daratan dan bahari sebagai sumber devisa.



Page 10

8. : Memacu Pengembangan Usaha Skala Mikro, Kecil dan Menengah

P R O G R A M

1. Meningkatkan alokasi kredit kepada pengusaha mikro, kecil, menengah dan koperasi melalui lembaga-lembaga

keuangan yang memiliki pengalaman dan reputasi baik dalam pengelolaan kredit skala mikro, kecil dan menengah.

2. Memberikan insentif kepada lembaga keuangan, dalam bentuk subsidi administratif dan bantuan teknis (technical

Support) untuk usaha sekala mikro kecil dan menengah. Disetiap kabupaten, akan dipilih satu cabang bank yang akan

dikembangkan sebagai pusat pengembangan usaha kecil (technical support center) yang akan memberikan jasa

konsultasi financial, teknis, pemasaran, dsb.

3. Mendorong pengembangan produk-produk unggulan disentra-sentra yang sudah ada dengan memberikan bantuan

finascial maupun non financial.

4. Mendorong integrasi, moderenisasi, dan ekspansi kredit kepada lembaga-lembaga keuangan traditional

5. Memberikan insentif pajak, kemudahan administratif dan mendorong iklim usaha yang kompetitif untuk mendorong

peningkatan prioduktivitas usaha kecil dan menengah.

6. Melakukan revisi terhadap skema-skema pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah



Page 11

9 : Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Pedesaan Untuk Memperkuat Stabilitas Sosial Politik

P R O G R A M

1. Meningkatkan tingkat upah riil di pedesaan (rural wages) dengan cara meningkatkan nilai tukar (temrs of trade)

komoditi pertanian.

2. Memacu proyek-proyek infrastruktur di tingkat kecamatan dan pedesaan, seperti irigasi tersier, jalan desa dll sebagai

bagian dari strategi untuk meningkatkan tingkat upah riil dipedesaan. Pemerintah merencanakan untuk meningkatkan

volume program dibandingkan dengan volume tahun-tahun sebelumnya.

3. Mengembangkan tanaman hutan dan kebun rakyat yang berorientasi pasar.



10 : Percepatan Restrukturisasi Perbankan dan Dunia Usaha

P R O G R A M

1. Melaksanakan restrukturisasi internal, baik managemen maupun bisnis, dari bank-bank yang telah

direkapitalisasi sehingga lebih sehat, prudent, kompetitif dan menguntungkan

2. Mendorong terbentuknya struktur industri perbankan nasional yang terkonsolidasi tapi tidak

terkonsentrasi (consolidated but not concentrated) melalui marger dan akuisisi antar bank.

3. Mendorong bank untuk memberikan alokasi kredit yang lebih besar kepada usaha kecil dan menengah

dalam rangka perbaikan kualitas portfolio pinjaman sektor perbankan.

4. Melaksanakan strategi penjualan asset perbankan yang lebih menguntungkan Pemerintah (probytable exit

strategy).

 

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!

Some Today.com contributors may have received a fee or a promotional product or service from a manufacturer for promotional consideration, while others receive no consideration at all. Each contributor is responsible for disclosing any such promotional consideration.